Batu Bara Menguntungkan Siapa Ya Investor Dan Yang BerkepentinganMasyarakat Hanya Menerima Banjirnya Saja Serta Jawaban Alam Angkara Murka

$rows[judul] Keterangan Gambar : Fenomena alam saat ini Kutim tidak baik - baik saja kembali diwarnai banjir

Makineksis com, Kutai Timur - Belajar dari pengalaman bencana banjir disertai longsor Sumatera hendaknya kedepannya dapat menjadi perhatian, atensi serius

Dikutip dari BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dalam banjir Sumatera hampir tembus 1.000 jiwa. Dalam dashboard

Namun bencana sumatera merupakan jawaban alam bersamaan dengan derasnya arus banjir didapati gelondongan-gelondongan kayu berukuran besar hanyut dan menghatam puing - puing rumah masyarakat

Bagaimana dengan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ?

Jika di Sumatera di dapati aktivitas pembalakan hutan jika di Kutim disugguhkan dengan gambaran lapisan hingga dasar bumi terkelupas dengan luka menganga menjadi kubangan kolam besar serta rawan memakan korban jiwa, akibat aktivitas pertambangan batu bara - nya.


(Ist) aktivitas batu bara perut bumi tercabik luka menganga  penuh debu bahkan sisakan kubangan raksasa danau 

Setiap investor yang masuk ke Kabupaten Kutim selalu mengimingi - imingi janji lapangan pekerjaan, ganti rugi lahan serta bentuk janji lain terasa manis atau membuatkan jembatan untuk mendukung hauling pengangkutan batu bara

Tak sedikit keberadaan tambang batu bara menimbulkan konflik, polemik diantaranya seperti Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau secara halusnya dirumahkan, belum lagi banyak permasalahan hak - hak pekerjanya yang terdzalimi , ganti rugi lahan masyarakat terkantung - katung pembayarannya, yang paling fatal mengundang angkara murka alam yang berproses datangnya banjir, longsor tanpa ada isyarat yang di ketahui masyarakat, datang dengan tiba - tiba

Akankah prahara alam lambat laun juga menyisakan kisah duka kelam di odah etam, tanah Kabupaten Kutim. "Naudzubillah min dzalik"

Jauhkanlah Kutim dari bencana besar akibat kerusakan alam, lindunglah semesta alam Kutim, ya tuhan kami

Miris keberadaan tambang batu bara pro dan kontra, mungkin bagi yang mendukung karena ada kepentingan bisa diduga turut berinvestasi atau tak menuntup kemungkinan dikenal dengan istilah  menanam saham

Dari beberapa wawancara dengan narasumber yang juga memiliki peran pemangku..., ketika di saat banjir besar lalu yang merendam cukup lama di Kutim secara merata,  dengan mudah mengatakan faktor alam, seraya berkata Kutim ini dataran rendah seperti mangkuk jika diskemakan, bahkan mirisnya ada yang mendukung dengan alasan investasi, mampu menyerap seluruh masyarakat dan mendoakannya agar perusahaannya sukses, berkembang dan maju  dengan harapan statmen tersebut memburamkan keberadaan perusahaan pertambangan batu bara, agar dapat terlepas dari kedzaliman  dan dosa besar kepada alam beserta seisinya di Kutim, acap setiap banjir tiba mewarnai.

Jika ditelaah statment si oknum beberapa pemangku yang tertulis diatas, apakah dibalik pernyataan itu, samar - samar  terselubung kepentingan "Wallahualam" namun masyarakat sudah cerdas dalam mengamati kondisi demikian

Hingga berita ini diturunkan, dari banyaknya postingan-postingan di medsos kembali menggambarkan kondisi banjir yang merendam diantaranya Muara Wahau, terupdate Bengalon. Ungkapan isi hati terdalam masyarakat mempertegas debit volume air dipermukaan di beberapa titik yang tersebar di 18 kecamatan pasang alias alami kenaikan ditambah kondisi cuaca hujan ekstrem disertai gemuruh petir

Situasi banjir bukan gambaran berlomba - lomba menurunkan ajang bantuan disertai banyak kamera sebagai "pencitraan" alangkah lebih baiknya pencegahan, evaluasi akar permasalahan banjir

Jangan ada pembiaran, mungkin bagi pemangku kepentingan biasa saja, akan tetapi berdampak fatal bagi masyarakat. Apakah harus menunggu ribuan masyarakat nyawanya melayang percuma "sia-sia", yang menjadi korban tak pernah merasakan hasil batu bara mereka "masyarakat awam" hanya berpacu mencari nafkah  bagi keluarga sebagai pekerja  biasa tak bekerja ditambang, bertani, nelayan, peternak, pekebun,  tapi sewaktu - waktu murka alam menghantui, mengincar akibat ulah tangan - tangan rakus demi kepentingan pribadi, sekelompok orang

Faktor banjir tak terelakan para pakar sekalipun tahu jawaban pastinya

Rata - rata dampak kerusakan alam yang terjadi karena aktivitas tambang batu bara apakah kategori kecil maupun besar - besaran.Kawasan yang dulunya rimbun tak tampak perawan lagi "virgin" banyak pepohonan di belantara habis di babat kayunya diambil, tanahnya dikeruk habis - habisan memburu harta karun "emas hitam" batu bara di kandungan perut isi bumi.

Berikut ulasan seperti yang dikutip

Dampak tambang batu bara sangat beragam, meliputi negatif (pencemaran udara, air, tanah; perubahan bentang alam; kerusakan habitat; masalah kesehatan pernapasan; konflik sosial) dan beberapa dampak positif (penerimaan negara/daerah, pembukaan wilayah terisolasi), namun dampak negatifnya seringkali signifikan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. 
Dampak Lingkungan
• Pencemaran Udara: Emisi CO2, sulfur dioksida (SO2), nitrogen oksida (NOx), dan debu menyebabkan efek rumah kaca, pemanasan global, dan masalah pernapasan.
• Pencemaran Air: Limbah tambang mengandung logam berat dan bahan kimia berbahaya yang mencemari sungai, danau, dan air tanah, serta menyebabkan Acid Mine Drainage (AMD).
• Pencemaran Tanah: Bahan kimia dari limbah dapat merusak kesuburan tanah dan mengubah struktur lahan.
• Kerusakan Fisik: Perubahan bentang alam drastis, kerusakan rumah, dan hilangnya lahan hijau akibat perluasan area tambang.
• Ancaman Keanekaragaman Hayati: Hilangnya habitat dan kerusakan ekosistem. 
Dampak Sosial dan Kesehatan
• Kesehatan: Peningkatan penyakit pernapasan (ISPA, asma), kardiovaskular, serta masalah akibat paparan logam berat seperti arsenik dan merkuri.
• Sosial Ekonomi: Terkadang menciptakan lapangan kerja, namun juga menimbulkan konflik lahan, pergeseran sosial-budaya, peningkatan biaya infrastruktur (jalan, jembatan), dan perubahan gaya hidup masyarakat sekitar menjadi lebih konsumtif. 
Dampak Ekonomi (Positif)
• Sumber devisa negara dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
• Membuka akses ke wilayah terisolasi melalui pembangunan infrastruktur pendukung.
• Menjadi penopang industri berat lainnya (baja, aluminium, semen). 
Bahaya Keselamatan Kerja
• Tambang Terbuka: Kegagalan dinding tambang, tabrakan kendaraan.
• Tambang Bawah Tanah: Keracunan gas, runtuh, ledakan debu batu bara, mati lemas. 
Secara keseluruhan, industri batu bara menghadirkan dilema antara manfaat ekonomi jangka pendek dan biaya lingkungan serta kesehatan jangka panjang yang sangat besar.(*)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)