Dengar Langsung Kiat Program Bappeda Kutim Bersama Kadis BayuBagaimana Kita Tetap Survive Di Tengah Penurunan APBD Tetap Mengacu Visi Misi 50 Program Bupati

$rows[judul] Keterangan Gambar : Kadis Bappeda Kutim, Bayu saat di ruang kerja dinasnya

Makineksis.com, Kutai Timur - Selalu menarik ngobrol - ngobrol santai bersama Kadis Bappeda (Kepala Dinas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Januar Bayu Irawan SH, MH yang baru saja resmi dilantik Bupati, drs H Ardiansyah Sulaiman, M.Si

Untuk itu, memasuki sesi kali kedua wawancara Makineksis di ruang kerjanya, Kamis (22/1/2026) baru - baru ini, Kepala Bappeda Kutim itu langsung berbagi tips "kiat - kiat" kiprah dan kewenangan kinerjanya dalam memaksimalkan program pembangunan daerah.


Keterangan foto : Bincang kenal dan akrab melalui jalinan audiensi antara redaksi Makineksis dan Kadis Bappeda Kutim, Bayu

"Tentunya saya lakukan berbagai manuver, penyesuaian program berdasarkan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) termasuk evaluasi terhitung dari APBD 2025, 2026 hingga kedepannya 2027," jelas Kadis Bappeda Kutim, Bayu.

Bayu menegaskan, selama diamanatkan memimpin Bappeda Kutim, wajib memprioritaskan 50 program, visi - misi, Bupati.

"Jadi bagaimana caranya Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dapat terimplementasi dengan bagus terutama dalam menghadapi penurunan APBD yang dirasakan  signifikan sekali," terangnya

Kepala Bappeda Kutim, mengulas lebih dalam lagi, kiatnya, selain menyukseskan pembangunan daerah 50 program yang bersumber dari APBD turut memberikan formulalisasi sumber penganggaran lainnya dari CSR (Corporate Social Responsibility)  melalui kemitraan stakeholder (perusahaan - perusahaan) yang menanamkan investasinya di odah etam Kutim.

Selain itu ia menegaskan alternatif lainnya diluar APBD, CSR ada juga program dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kutim dan pihak - pihak lain terkait.

"Dengan adanya satu kesatuan rangkaian tersebut dapat sinkron  "tercover" melalui sistem perencanaan sehingga, inshaallah dipastikan progres perencanaan pembangunan daerah berjalan maksimal," jelas Bayu (ramah dikenal).


Keterangan foto : Kesibukan Kadis Bappeda Kutim Bayu dari balik meja kerjanya 

Media menanyakan kepada Bayu ada tidak tugas rumah "PR" pada kedinasan Bappeda Kutim yang menjadi tantangan dan berkelanjutan serta berkesinambungan ?

"Untuk menentukan PR, apa - apa saja ? Tentunya harus dilakukan evaluasi terutama do tahun 2025 lalu. Yang jelas saat ini tengah menyusun Rencana Awal (Ranwal), RKPD tahun 2027 mendatang. Jadi tupoksi Ranwal termasuk mengevaluasi di tahun 2025," beber Kadis Bappeda Kutim.

Dengan demikian kepada Bappeda Kutim dalam Ranwal diharapkan nantinya  dapat  mendeteksi mana - mana saja yang dianggap kurang, sehingga dapat dimasukan di 2027 atau Perubahan 2026.

Jurnalis menanyakan kembali dalam memaksimalkan program berapa kisaran anggaran yang harus terserap ?

"Kami tidak dapat memastikan, karena suatu kegiatan wajib berbasiskan data, apalagi data ini sampai sekarang belum dapat terlihat. Akan tetapi datapun tidak cukup yang ada nantinya kembali lagi, berdasarkan hasil evaluasi terutama di 2025 akan disesuaikan dengan kondisi fisikal kita, Yang jelas ini belum ada gambaran fisikal di perubahan tahun 2026. Karena kewenangan tersebut domainnya Bapenda (Badan Pendapatan Daerah)," urai Bayu.

Bayu menambahkan, sejuh perjalanan dan perkembangannya, Bappeda telah mempersiapkan data evaluasi, untuk kemudian dapat masuk pada perubahan tahun 2026 termasuk 2027 ditambah progres CSR, Baznas dan lain - lain yang terkait.

"Artinya dengan terjadinya badai defisit ini, karena turunnya nilai APBD kami masih tetap bisa survive  dalam mendukung 50 program visi - misi bupati," tutup Bayu. (aji/rin)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)