DTPHP Kutim sukses Tingkatkan Pencapaian Produktivitas Padi Di Bawah Kepemimpinan Dyah

$rows[judul] Keterangan Gambar : Redaksi Makineksis.com saat mewawancarai Kepala DTPHP Kutim ulas program

Makineksis.com, Kutai Timur -  Sepanjang di bulan suci ramadhan 1447 Hijriah/ 2026 Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Dyah Ratnaningrum selain khusuk beribadah.

Dyah (ramah disapa)  mengatakan, selain itu tetap menjalankan tugas dan fungsi pelayanan seperti biasanya.

"Karena bekerja juga merupakan bagian dari ibadah. Artinya ibadah tetap jalan begitupun sebaliknya dalam bekerja. Apalagi program pemerintah terkait ketahanan pangan, alhamdulillah sudah sangat luar biasa sekali," terangnya kepada awak media Makineksis.com


Keterang foto : Kepala DTPHP Kutim, Dyah saat memberikan arahan ke perwakilan jajarannya dalam menjalankan program 

Ia membeberkan berbagai pencapaian program sejak tahun 2021 sampai dengan 2026 (saat sekarang), apa - apa saja yang terlaksana.


"Dari banyaknya program di dinas kami telah mampu membuktikan perkembangan dan kemajuan signifikan . Terutama dalam percepatan peningkatan sarana - prasarananya baik dalam ketersediaan bibit, alat dan mesin pertanian (Alsintan) termasuk sumber daya manusia dari kalangan kelompok tani," jelas Dyah.

Dyah menegaskan, dibiwah pembinaan dan pengelolaan serta koordinasi bersama kelompok tani baru saja panen.

"Seperti di Kecamatan Kaubun, Desa Bumi Rapak  dari awal Maret  sampai dengan awal Febuari tahun 2026 yang sudah panen diatas hamparan luas lahan 301 hektare, ternyata berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) hasil ubinan  tiga combination produktivitas terbilang cukup tinggi," terang Kepala DTPHP Kutim tersebut.

Dirinya menambahkan dari data (kemarin) menunjukan, masih berdasarkan hasil ubinan di kisaran 6,5 sampai dengan 7,74 ton per - hektar di Desa Bumi Rapak.

"Ini ada tiga combination atau kombinasi pertanian (sering disebut Integrated Farming System atau sistem 3 strata) adalah metode budidaya yang memadukan tiga komponen utama—tanaman pangan, ternak, dan perikanan/perkebunan—dalam satu ekosistem untuk mencapai efisiensi, zero waste (tanpa limbah), dan keuntungan maksimal. Apabila ini dapat terselesaikan akan merambah ke desa sebelahnya Desa Cipta Graha," ucap Dyah spesifik terperinci.

Dyah mengungkapkan untuk Desa Cipta Graha sendiri variatif luasan arealnya kurang lebih ada 150 sampai dengan 200 hektare, inshaallah menyusul panen diprediksi setelah lebaran Idul Fitri mendatang.m dengan data produktivisnya tidak jauh berbeda seperti di Bumi Rapak.

"Nantinya keberhasilan dua desa dapat menjadi percontohan "memotivasi" berikutnya di Desa Miau Baru  Kecamatan Kongbeng, kami juga panen kurang lebih ada 200 sampai dengan 300 hektare dengan hasil diatas 5 ton per - hektarenya. Dan yang sudah panen lagi yakni Desa Tanah Abang Kecamatan hasilnya juga rata-rata 5 ton per hektare.Alhamdulillah  barusan mendapatkan informasi via WhatsApp dari Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) , beras mereka sudah ada pembelinya," ucap Dyah

Dyah menyampaikan dari pencapaian keberhasilan dari DTPHP Kutim, tercatat dari tahun 2021 sampai dengan sekarang (selama ini) telah mampu meningkatkan produktivitas padi, yang biasanya  dari kesemua sentra kecamatan - kecamatan tadi, paling banter  sampai 4,8 akan tetapi wilayah Kongbeng serta Longmesangat hanya sebatas tiga koma sekian sampai 4 ton seiring perkembangan pencapaian dapat melesat signifikan dan sangat membanggakan baik ditingkat Kabupaten Kutim dan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

"Meskipun dari sisi luasan Kutim, luasnya baru dua ribu enam ratus tiga puluh delapan enam hektare walau demikian kita membuat terobosan cetak sawah, yang akan selesai di sepanjang bulan Maret ini yang terealisasi ada  lima ratus lima puluh tiga hektare dari target sebenarnya seribu enam ratus hektare, sementara yang dua ratus tiga puluh satu hektare sebelum 31 Maret di Longmesangat akan langsung penanaman kemudian begitu juga yang di Bengalon  kita masih menunggu.Dengan demikian secara intensifikasi kita melakukan peningkatan produksi dan secara ekstensifikasi (perluasan areal)," tutup Dyah.(aji/rin) 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)