Terobosan Diskominfo Staper Kutim Launching Program SIKAT

$rows[judul] Keterangan Gambar : Kadis Kominfo Staper Kutim, Ronny melalui dinasnya Luncurkan program SIKAT

Makineksis.com, Kutai Timur - Dalam membackup sistem layanan internet sekolah gratis, dashboard monitoring, serta manajemen bandwidth di seluruh sekolah di Kutai Timur.

Maka Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutai Timur (Kutim), membuat suat gebrakan "terobosan" melalui peluncuran Program SIKAT (Strategi Internet Kutai Timur Aman dan Terkelola).

Yang mana pada launching sekaligus sosialisasinya belum lama ini, berlangsung di Ruang Rapat Diskominfo Staper Kutim.

Seperti yang dikutip dari sumber resmi Diskominfo Staper Kutim, Program ini disiapkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan layanan internet sekolah gratis, dashboard monitoring, serta manajemen bandwidth di seluruh sekolah di Kutai Timur. Tujuannya adalah memperkuat ekosistem pendidikan digital yang aman, merata dan terkelola dengan baik.

Dihari berbeda Senin (24/11) 2025, Kepala Dinas Kominfo Staper Kutim Ronny Bonar H Siburian menyebut, ketimpangan akses internet selama ini menjadi hambatan serius bagi sekolah. Berbagai kendala masih ditemui, mulai dari administrasi digital yang terhambat, pelaksanaan ANBK yang terganggu jaringan, hingga terbatasnya akses guru dan siswa terhadap sumber belajar daring.

“Program SIKAT bukan hanya soal menyediakan koneksi, tapi menghadirkan solusi berkelanjutan. Kami ingin memastikan akses merata, keamanan digital terjaga dan pengelolaan internet di sekolah berjalan transparan,” terang Ronny Bonar.

Lebih lanjut ia menerangkan, pemanfaatan internet sekolah harus digunakan sesuai kebutuhan pendidikan.

“Tugas kami memastikan layanan internet aman, terkelola dan tidak digunakan untuk hal di luar keperluan sekolah,” tambahnya.

Kepada peserta sosialisasi, dimintanya untuk menjadi agen perubahan digital di sekolah masing-masing, membangun budaya digital yang sehat, serta melakukan monitoring rutin demi transformasi pendidikan berbasis teknologi.

Sementara itu, Kabid Infrastruktur TIK Diskominfo Staper Kutim, Sulisman, memaparkan kondisi aktual akses internet sekolah. Dari 694 sekolah dan 18 korwil, hanya 191 sekolah yang pernah menerima layanan internet gratis. Namun layanan tersebut terhenti sejak Maret 2025 karena kehabisan kuota.

Sebagai solusi, Program SIKAT dirancang dengan lima komponen teknis utama, dashboard terpusat untuk monitoring real-time, manajemen bandwidth prioritas pembelajaran, content filtering berbasis MikroTik, Sistem autentikasi guru dan siswa, Peta digital akses sekolah.

Implementasi dilakukan secara bertahap, dimulai pemasangan 10 akses baru dalam 60 hari pertama, kemudian penyempurnaan sistem, hingga integrasi ke platform pendidikan daerah.

“Program SIKAT adalah komitmen kami untuk membangun infrastruktur TIK yang andal dan berkelanjutan bagi dunia pendidikan di Kutai Timur,” terang Sulisman.

Perwakilan sekolah se kutim Kepala Sekolah 014 Sangatta Utara, Mulhatim, juga menyampaikan apresiasi dan berharap program ini dapat berjalan berkelanjutan, terlebih sekolah tengah menjalankan program Sekolah Rujukan Google yang membutuhkan akses internet stabil.

“Kami berterima kasih kepada Diskominfo yang telah memfasilitasi internet untuk sekolah-sekolah di Kutai Timur,” tandasnya.(adv/Diskominfo Staper Kutim)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)