Keterangan Gambar : Disetiap kesempatan Bupati Kabupaten Kutim H Ardiansyah Sulaiman sampaikan ke masyarakat Bappenas tetapkan Kutim menjadi sentra Superhub IKN
Makineksis.com, KutaiTimur - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menetapkan Kutai Timur (Kutim) menjadi Kabupaten Superhub ekonomi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Dipilihnya Kutim sebagai Superhub ekonomi, dilatarbelakangi sebagai daerah yang berkontribusi pada sektor perikanan dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy.
Saat diwawancarai, Jumat (21/11) 2026, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyebut KEK Maloy merupakan barometer ekonomi nasional, termasuk dalam mendukung status Kutim sebagai Superhub ekonomi nasional di IKN.
Hal ini juga menjadi topik diskusi umum strategi pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Kutim.
"Bahwa KEK Maloy menjadi langkah penting untuk membangun industri hilir dari potensi yang dimiliki, termasuk sektor perikanan," terang Bupati H Ardiansyah Sulaiman
Bupati H Ardiansyah Sulaiman mengatakan, walaupun saat ini Kutim mendapatkan pendapatan fiskal yang besar dari sektor pertambangan gas dan minyak bumi, pemerintah telah mengambil sikap proaktif dengan mengeluarkan regulasi untuk membatasi penggunaan batubara yang akan berakhir pada tahun 2050.
Berdasarkan arahan Bappenas, Kutim diinstruksikan untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam selain pertambangan, seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, pariwisata, dan kelautan, termasuk sektor perikanan.
Bupati Ardiansyah juga menegaskan bahwa memaksimalkan potensi ini menjadi kunci untuk menghadapi perubahan arah energi global, di mana batubara akan dikurangi.
"Saya berharap masyarakat, terutama para nelayan, dapat mengoptimalkan potensi perikanan dan kelautan sebagai salah satu motor penggerak ekonomi di Kabupaten Kutai Timur yang memiliki garis pantai sepanjang 500 kilometer," beber orang nomor satu di Pemkab Kutim itu.
Dirinya mengungkapkan perlu adanya pergerakan, agar potensi yang ada bisa dijadikan industri yang mampu menyerap tenaga kerja secara formal dengan optimisme.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perikanan Kutim, Suriansyah, menjelaskan bahwa kegiatan diskusi melibatkan narasumber dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, serta Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman. Acara ini dihadiri oleh 100 peserta yang terdiri dari nelayan dan pelaku usaha perikanan di Kutim, dengan tujuan untuk mendapatkan strategi dan solusi dalam pembangunan sektor kelautan dan peningkatan pendapatan di bidang perikanan. (adv/Diskominfo Staper Kutim)
Tulis Komentar