Bupati Kutim Berencana Bangun Islamic Center Di Masjid Agung Al-FaruqSentra Ilmu Kajian Islam

$rows[judul] Keterangan Gambar : Bupati saat melihat lebih dekat miniatur replika benda bersejarah milik Nabi Muhammad SAW pada pameran Sejarah Peradaban Islam di Masjid Agung Al-Faruq

Makineksis.com, Kutai Timur - Saat berkunjung pameran miniatur sejarah Peradaban Islam di Masjid Agung Al - Faruq menegaskan dapat memberikan pemahaman sejarah peradaban Islam di Kutai Timur

Untuk itu ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutim selama berlangsungnya  pameran tersebut dapat mengundang  serta sekolah-sekolah, untuk menghadirkan para siswa secara bergiliran "terjadwal"

“Selain untuk belajar manasik haji atau umroh, mereka juga bisa belajar dan melihat jejak peradaban Islam. Mulai dari zaman Rasulullah hingga penyebaran ajaran Islam di Kutai Timur,” terang Bupati H Ardiansyah Sulaiman.

Bupati H Ardiansyah Sulaiman berharap masyarakat dapat juga  memahami sejarah Islam secara menyeluruh, tidak hanya aspek syariahnya.

“Kalau bicara Islam, syariah dan sirah itu tidak bisa dipisahkan,” jelasnya, Jumat (21/11) 2025

Pameran miniatur yang menampilkan perjalanan hidup Rasulullah SAW hingga jejak Islam di Kutai Timur dinilai Bupati sangat penting untuk

Bupati berpendapat Pameran miniatur yang menampilkan perjalanan hidup Rasulullah SAW hingga jejak Islam di Kutai Timur mampu memperkuat keimanan ketakwaan sekaligus memperkuat identitas keislaman generasi muda.

Bupati juga mengungkapkan, nantinya direncanakan akan adanya  pembangunan Islamic Center bertingkat  dilengkapi sarana penunjang pendidikan Islam.

"Insyaallah lokasinya tepat
di sebelah barat Masjid Agung Al-Faruq," beber H Ardiansyah Sulaiman.

Ardiansyah Sulaiman menegaskan apabila telah didirikan Islamic Center menjadi sentra pusat pembelajaran ekosistem kajian keagamaan dan refrensi rujukan sejarah Islam di daerah

Bupati Kutai Timur (Kutim), H. Ardiansyah Sulaiman, mengapresiasi penyelenggaraan pameran miniatur perjalanan sejarah Islam yang kini resmi menjadi koleksi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim.

Keberadaan miniatur tersebut dapat menjadi sarana edukasi yang memperkaya wawasan masyarakat, khususnya pelajar," ucap H Ardiansyah Sulaiman

Menurut H Ardiansyah Sulaiman  dalam memahami Islam tidak cukup hanya melalui aspek syariah, tetapi juga melalui siroh atau sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW.

“Dari siroh itulah lahir berbagai sunnah. Jejak kehidupan Rasulullah menjadi dasar hukum yang kemudian kita kenal sebagai sunnah nabi,” tandas Bupati H Ardiansyah Sulaiman.(adv/Diskominfo Staper Kutim)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)