Makineksis.com, SAMARINDA - Sejumlah produk material UPVC seperti Sheetpile, atap, pintu, profile kusen jendela dan sejenisnya yang diproduksi PT Berkat Indohana Lestari (BIL) Kalimantan Timur menarik atensi Dekan Fakultas Teknik Universitas Mulawarman (FT Unmul) Prof Dr Ir H Tamrin dan sejumlah Civitas Akademik FT Unmul, arsitek serta sejumlah praktisi teknik bangunan yang hadir dalam kegiatan audiensi dan paparan bersama manajemen PT BIL.
Tamrin berharap keberadaan pabrik material UPVC yang berdiri di Desa Batuah, Kilometer 19, Jl Poros -Samarinda Balikpapan ini, bisa memberikan sumbangsih besar ketersediaan material bangunan untuk mendukung pembangunan Kalimantan Timur dan Ibu Kota Negara (IKN) di PPU.

“Potensinya
sangat baik. Ke depan, kita bisa melakukan pendampingan ke UPVC factory ini
untuk bisa mengembangkan kualitas dan produknya lebih sempurna lagi,” ungkap
Tamrin. Dengan banyaknya ahli bangunan dan kimia dan peralatan pendukung yang
dimiliki FT Unmul, mereka siap mendampingi para pengusaha dan institusi mana
pun jika diperlukan sebuah penelitian ilmiah dengan tujuan pengembangan
teknologi dan ilmu pengetahuan.
Salah
satu produk yang disoroti para ahli dari FT Unmul adalah adalah Sheetpile
berbahan baku UPVC yang ternyata kualitasnya juga setara dengan sheetpile beton
dan baja yang saat ini awam digunakan sebagai turap atau penahan tanah.
Bahkan
setelah mendengar paparan dari PT BIL, Tamrin menyarankan agar produksi
Sheetpile ini bisa segera ditawarkan kepada pemerintah dan pihak swasta yang
bergerak di bidang infrastruktur.
“Proyek-proyek
seperti penurapan Karang Mumus dan sejenisnya harusnya bisa memanfaatkan
sheetpile UPVC ini. Coba PT BIL tawarkan ini kepada Gubernur dan Walikota Andi
Harun, mereka perlu sekali barang seperti ini,” jelasnya sambil berkelakar.
Ditambah
lagi, sheetpile UPVC ini produksi pabrik lokal di Kalimantan Timur. “Sudah
seharusnya industri lokal kita diberi atensi dan ruang untuk berkembang dan
ikut membangun Kaltim,” ucapnya.
Direktur
Utama PT BIL, AM Renaldi Rafioel mengatakan bahwa penggunaan Sheetpile UPVC
dalam pembangunan proyek infrastruktur seperti pengairan, jembatan dan
sejenisnya bisa menekan biaya hingga 50 persen ketimbang menggunakan bahan upvc
beton atau baja.
“Material UPVC ini tidak akan korosi atau karat. ringan dan mudah untuk mobilisasi ke lokasi proyek. Pemasangan atau aplikasinya pun tak memrlukan banyak equipment. Kekuatan dan kualitasnya sudah diuji oleh tim dari Universitas Brawijaya Malang, sebelum kami lepas ke pasaran,” ungkap Renaldi.

Dalam
kesempatan itu, Manajemen PT BIL juga membawa sejumlah sampel produk UPVC yang
mereka branding dengan merk Hana UPVC. Terdiri dari atap Hana Roof, Kusen dan
pintu, jendela UPVC merk Hana Profile dan melakukan presentasi hasil
pengembangan berupa pembangunan unit rumah full UPVC. Dimana bangunan rumah ini
hampir 80 persen terdiri dari material UPVC mulai dari atap,plafon, dinding,
pintu, jendela hingga lantai.
“Saat
ini kami mengerjakan 50 unit rumah full UPVC di
Kutai Timur. Bangunan UPVC ini cocok buat bangunan rumah tinggal,sewaan,
kios, mess, outlet kuliner,” tambah Renal di depan sejumlah arsitek dan ahli
bangunan FT Unmul yang ikut hadir dalam audiensi tersebut.
Sementara
itu, Head Manager PT BIL Bayu Putra
menjelaskan pertemuan yang dihadiri oleh Dekan FT Unmul, perwakilan
Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kaltim, ahli Teknik sipil dari Unmul bertujuan
untuk memperkenalkan keunggulan material UPVC hasil produksi PT BIL yang berada
di Kalimantan Timur.
Dan
menggandeng FT Unmul sebagai Lembaga akademis untuk ikut melakukan pendampingan
terhadap kualitas dan pengembangan produk-produk UPVC produksi pabrik mereka.
“Kami
berharap tenaga ahli Teknik dari Unmul dan peneliti bisa kenal dengan produk
kami dan memberikan saran kritik yang bisa mendorong kualitas produk kami lebih
sempurna lagi dan berkembang lewat berbagai penelitian ilmiah. Salah satu
keunggulan kami, bahan baku UPVC kami bebas timbal. Silahkan diuji oleh pihak
Unmul,” beber Bayu.
Pasar
produk UPVC PT BIL tidak saja beredar di pasaran lokal Kaltim, tapi juga luar
daerah seperti Sulawesi, Jawa, NTT bahkan persiapan ekspor ke Malaysia.
UPVC singkatan dari unplasticized polyvinyl
chloride, yaitu bentuk turunan bahan PVC yang tidak diberi bahan pelunak
tambahan (plasticizer).
Karena tidak lentur seperti PVC biasa, bahan
ini menjadi lebih kuat dan tahan, cocok untuk pembuatan atap dan elemen
bangunan lainnya.
Jika PVC lebih fleksibel karena kandungan
aditif plastiknya, uPVC memiliki karakter yang lebih kaku dan kokoh. Ini
menjadikannya pilihan unggul dalam industri konstruksi, khususnya untuk
material atap, kusen, sheetpile, pipa dan lapisan pelindung.
Jadi, meskipun PVC dan uPVC berasal dari
bahan dasar yang sama, perbedaannya terletak pada fleksibilitas dan fungsi
aplikasinya dalam kebutuhan konstruksi.
Bisa dikatakan pula UPVC ini adalah material
penggati kayu, plywood, spandek, besi dan sejenisnya.(xxx)
Tulis Komentar