Keterangan Gambar : Rawan kejadian manusia dimangsa buaya, Bupati Kabupaten Kutim H Ardiansyah Sulaiman minta backup KNPI Kutim bersama-sama membantu dalam penanganannya
Makineksis.com, KUTAI TIMUR - Tak dapat dielakan Sangatta di Kabupaten Kutai Timur dikenal memiliki populasi buaya yang signifikan, dengan habitat utama mereka berada di wilayah perairan seperti Sungai Sangatta, Sungai Sangkimah, dan Kanal 3 Sangatta Utara, serta daerah muara dan rawa di sekitarnya.
Habitat spesifik meliputi:
• Sungai Sangatta: Ini adalah lokasi utama di mana banyak interaksi (dan konflik) manusia-buaya terjadi, dan sering kali buaya terlihat di dekat pemukiman warga di sepanjang sungai.
• Sungai Sangkimah: Terletak di Kecamatan Sangatta Selatan, sungai ini juga dikenal sebagai habitat buaya, termasuk legenda buaya berukuran besar yang diyakini masih ada di sana.
• Kanal dan Rawa: Buaya juga ditemukan di kanal-kanal (seperti Kanal 3) dan rawa-rawa di daerah Sangatta Utara dan Teluk Pandan.
Jenis buaya yang paling umum ditemukan di wilayah ini kemungkinan besar adalah Buaya Muara (Crocodylus porosus), yang merupakan spesies buaya terbesar dan dikenal hidup di perairan tawar dan payau seperti sungai, muara, dan rawa.
Sejauh ini Pemerintah daerah dan lembaga terkait telah memasang papan peringatan dan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di daerah aliran sungai tersebut, mengingat seringnya terjadi konflik antara manusia dan buaya. Rencana untuk membangun penangkaran buaya sebagai wisata edukatif juga sedang dipertimbangkan untuk membantu mitigasi konflik dan mengelola populasi buaya secara aman.
Untuk itu, saat itu diwawancarai selepas menutup Pekan Pemuda KNPI Kutim, baru - baru saja saat diwawancarai pada waktu berbeda Jumat (21/11) 2025 Bupati Kutim, drs H Ardiansyah Sulaiman M.Si mengatakan
suatu saat nanti berkeinginan melihat pemuda-pemudi Kutai Timur melalui KNPI siap untuk dapat terlibat aktif berpartisipasi bersama para petugas ops gabungan dapat dilatih kesigapan dalam melakukan upaya penangkapan buaya.
"Terlebih disaat terjadinya korban yang dimangsa atau diterkam monster predator rawa tersebut, namun tentunya musibah ini sangat tidak kita harapkan terus-terusan terulang. Maka dari itu perlu adanya antisipasi kedepan," terang orang nomor satunya di Pemkab Kutim
Ia mengungkapkan, mudah-mudahan nanti Pemerintahan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dapat segera dibantu atau backup terkait adanya pembangunan kawasan penangkaran buaya.
"Tentunya untuk dapat dibangunkan penangkaran buaya merupakan kewenangannya ada di Kementerian Lingkungan Hidup. Tetapi saat ini Kutai Timur sedang di dalam kajian. Mudah-mudahan kajiannya tahun ini bisa selesai. Ya, kita tidak ingin lagi melihat ada korban-korban di mana korban itu manusia. Sehingga nantinya apabila penangkaran ini selesai, " jelas Bupati H Ardiansyah Sulaiman
Bupati H Ardiansyah Sulaiman menegaskan juga mengharapkan ada pelaku dunia usaha yang mampu mengelola menggarap jika nantinya sudah ada penangkaran buaya.
" Karena saya yakin pemerintah tidak akan mampu. Oleh karenanya, saya berharap, satu sisi penangkaran ini dalam rangka untuk mengevakuasi binatang, apa namanya, melata yang buas, tapi di sisi lain ini juga kesempatan untuk ekonomi kerakyatan," ujar Bupati.(adv/Diskominfo Staper Kutim)
Tulis Komentar